Teks ulasan buku adalah bentuk tulisan yang membantu pembaca memahami gambaran isi buku sekaligus menilai kualitasnya secara terukur. Dalam konteks sekolah, teks ini sering jadi tugas karena melatih kemampuan membaca kritis, merangkum, dan berargumen. Di luar sekolah, formatnya juga berguna untuk blog, komunitas baca, hingga rekomendasi bacaan.
Di artikel ini, kami membahas pengertian, struktur teks ulasan, ciri teks ulasan dari sisi kebahasaan, serta contoh teks ulasan yang bisa kamu jadikan acuan. Kami juga membandingkan format ulasan versi sekolah dengan ulasan singkat di internet supaya kamu bisa memilih gaya yang tepat.
Key Takeaways
- Teks ulasan buku menyajikan ringkasan terkontrol dan penilaian yang disertai alasan, bukan sekadar pendapat.
- Struktur paling umum di pembelajaran Bahasa Indonesia adalah orientasi, tafsiran, evaluasi, rangkuman.
- Bagian tafsiran sebaiknya informatif tapi tetap menghindari spoiler berlebihan agar etis untuk pembaca baru.
- Evaluasi yang kuat menggunakan indikator jelas: tema, alur, karakter, kebahasaan, konsistensi, dan dampak bacaan.
- Ciri kebahasaan penting mencakup kata sifat evaluatif, konjungsi sebab-akibat, modalitas, dan kata kerja mental.
- Format sekolah cenderung lebih runtut dan lengkap, sedangkan ulasan internet sering lebih singkat dan persuasif.
- Kamu bisa meningkatkan kualitas ulasan dengan menyiapkan catatan kutipan, poin plus-minus, dan rekomendasi yang spesifik.
Daftar Konten
Pengertian Teks Ulasan Buku
Secara sederhana, teks ulasan buku adalah teks yang berisi tanggapan terhadap sebuah buku, mencakup gambaran isi dan penilaian kualitasnya berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam materi pembelajaran Bahasa Indonesia, teks ulasan sering dipakai untuk melatih pembaca agar tidak hanya “paham isi”, tetapi juga mampu menilai kelebihan dan kekurangan karya secara kritis.
Fungsi Teks Ulasan
- Membantu pembaca menentukan apakah buku layak dibaca, dibeli, atau dipinjam.
- Memberi masukan kepada penulis atau penerbit mengenai kualitas karya.
- Menjadi media edukasi yang melatih pembaca menulis argumen dan evaluasi berbasis data.
- Mengembangkan budaya literasi dan diskusi yang sehat.
Perbedaan Ulasan dengan Resensi dan Review Singkat
Kamu bisa menemukan perbedaan ulasan dengan resensi dan review singkat apabila memerhatikannya dengan teliti. Secara singkat, perbedaannya adalah sebagai berikut:
- Resensi umumnya istilah yang sangat dekat dengan ulasan buku dan sering dipakai bergantian di sekolah maupun media. Banyak panduan sekolah menjelaskan resensi sebagai ulasan yang lebih sistematis dengan identitas buku yang jelas. Kalau kamu ingin memahami pembeda istilahnya secara ringkas, kamu bisa membaca artikel kami mengenai Perbedaan Review, Resensi, dan Ulasan Buku.
- Review singkat biasanya berupa komentar pendek di internet, fokus pada kesan cepat, dan tidak selalu menampilkan struktur lengkap atau alasan yang rinci.
Sebagai penegasan istilah, KBBI mendefinisikan “ulasan” sebagai kupasan atau tafsiran, yang selaras dengan tujuan teks ulasan untuk mengupas isi dan nilai sebuah karya.
Struktur Teks Ulasan Buku (Orientasi, Tafsiran, Evaluasi, Rangkuman)
Dalam konteks pembelajaran, struktur teks ulasan lazim disusun menjadi 4 bagian utama, yaitu orientasi, tafsiran, evaluasi, rangkuman. Struktur ini membantu tulisan kamu tetap runtut: pembaca dikenalkan pada buku, diberi gambaran isi, diajak menilai, lalu ditutup dengan simpulan dan rekomendasi.
Banyak materi ajar Bahasa Indonesia merangkum pola ini untuk memudahkan siswa menulis ulasan secara sistematis.
1. Orientasi
- Tujuan: memperkenalkan buku dan konteksnya.
- Isi yang ideal: identitas buku (judul, penulis, penerbit, tahun), genre, topik besar, serta alasan buku relevan untuk dibahas.
- Tips praktis: cukup 1 sampai 2 paragraf; fokus pada “pintu masuk” agar pembaca paham arah ulasan kamu.
2. Tafsiran (hindari spoiler berlebihan)
- Tujuan: memberi gambaran isi secara ringkas dan terkontrol.
- Isi yang ideal: ringkasan premis, konflik utama, ruang lingkup bab, atau ide besar buku, tanpa membocorkan twist penting.
- Praktik anti spoiler: gunakan ringkasan berbasis tema, bukan kronologi detail. Kamu bisa menulis “tokoh menghadapi dilema X” alih-alih menyebut penyelesaian finalnya.
3. Evaluasi (penilaian berbasis alasan)
- Tujuan: menilai kualitas buku dengan argumen.
- Isi yang ideal: kelebihan, kekurangan, bukti pendukung (contoh adegan, gaya bahasa, konsistensi gagasan), dan dampaknya pada pembaca.
- Agar tidak subjektif: gunakan kriteria, misalnya: kejelasan tema, kekuatan karakter, keterbacaan, logika alur, kebaruan ide, dan akurasi informasi (untuk nonfiksi).
4. Rangkuman (simpulan dan rekomendasi)
- Tujuan: menutup ulasan dengan simpulan yang memudahkan keputusan pembaca.
- Isi yang ideal: simpulan singkat nilai buku, target pembaca yang cocok, dan rekomendasi yang spesifik (misalnya cocok untuk pembaca pemula, cocok untuk tugas sekolah, atau cocok untuk penggemar genre tertentu).
- Kunci: jangan mengulang semua detail; cukup benang merah plus rekomendasi.
Agar pemahaman kamu makin kokoh, kamu bisa membandingkannya dengan struktur resensi buku yang telah kami bahas sebelumnya.
Tabel Ringkas Struktur Teks Ulasan Buku
|
Bagian 2349_aa0bb5-07> |
Fungsi 2349_806d4e-64> |
Isi yang harus ada 2349_3c460e-c9> |
Kesalahan umum 2349_a90486-7c> |
|---|---|---|---|
|
Orientasi 2349_6a55da-2c> |
Memperkenalkan buku dan konteks 2349_4d9023-31> |
Identitas buku, genre/topik, alasan relevan 2349_2ab87f-a5> |
Terlalu panjang, kebanyakan sinopsis 2349_717296-40> |
|
Tafsiran 2349_ebeb5a-14> |
Memberi gambaran isi tanpa membocorkan 2349_2542f2-f6> |
Premis, konflik/ide utama, ruang lingkup 2349_7470d8-31> |
Spoiler akhir cerita, ringkasan terlalu detail 2349_a80ac1-2a> |
|
Evaluasi 2349_0194af-4b> |
Menilai kualitas dengan alasan 2349_30967c-1d> |
Kelebihan-kekurangan, bukti, kriteria 2349_c7828d-bf> |
Hanya “bagus/jelek” tanpa alasan 2349_4dfaef-4c> |
|
Rangkuman 2349_1b6e98-ba> |
Menutup dan merekomendasikan 2349_e7c153-c0> |
Simpulan nilai, target pembaca, rekomendasi 2349_861a39-8f> |
Menutup mendadak tanpa simpulan jelas 2349_0a1616-60> |
Ciri Kebahasaan Teks Ulasan
Berikut minimal 8 ciri kebahasaan yang sering muncul dalam teks ulasan, lengkap dengan contoh singkat dan cara memakainya agar tulisan kamu terasa akademis tapi tetap enak dibaca.

Kata sifat evaluatif
- Fungsi: menandai penilaian.
- Contoh: “Alurnya rapi dan pengembangan karakternya meyakinkan.”
- Praktik: pilih kata yang spesifik, bukan sekadar “bagus”.
Konjungsi sebab-akibat
- Fungsi: menghubungkan alasan dan dampak.
- Contoh: “Bahasanya sederhana sehingga pembaca pemula mudah mengikuti.”
- Praktik: gunakan saat kamu menjelaskan mengapa sebuah aspek menjadi kelebihan.
Konjungsi pertentangan
- Fungsi: menyeimbangkan penilaian.
- Contoh: “Ide ceritanya kuat, tetapi beberapa dialog terasa kaku.”
- Praktik: cocok untuk membuat evaluasi kamu terlihat adil.
Kata rujukan
- Fungsi: merujuk bagian sebelumnya agar kohesif.
- Contoh: “Hal ini terlihat pada bab ketiga ketika tokoh mulai meragukan pilihannya.”
- Praktik: hindari pengulangan frasa yang sama berulang kali.
Istilah teknis sesuai bidang
- Fungsi: meningkatkan ketepatan pembahasan (terutama nonfiksi).
- Contoh: “Buku ini menjelaskan konsep bias kognitif dengan contoh sehari-hari.”
- Praktik: pastikan istilah dijelaskan singkat jika target pembaca umum.
Kalimat kompleks (majemuk bertingkat)
- Fungsi: memuat penjelasan rinci dalam satu gagasan.
- Contoh: “Meskipun tema persahabatan dominan, konflik moral yang ditampilkan membuat cerita terasa lebih matang.”
- Praktik: tetap jaga keterbacaan, jangan menumpuk klausa terlalu panjang.
Modalitas (penanda sikap penulis)
- Fungsi: menunjukkan tingkat kepastian atau saran.
- Contoh: “Buku ini layak dibaca, terutama jika kamu ingin memahami manajemen waktu.”
- Praktik: gunakan untuk rekomendasi di rangkuman.
Kata kerja mental
- Fungsi: menunjukkan proses berpikir dan penilaian.
- Contoh: “Kami menilai bagian akhir kurang kuat karena penyelesaiannya terlalu cepat.”
- Praktik: membantu ulasan terasa reflektif, bukan sekadar laporan.
Kalimat perbandingan
- Fungsi: memperjelas posisi buku dibanding karya lain atau standar tertentu.
- Contoh: “Dibanding buku sejenis, penjelasannya lebih ringkas namun tetap akurat.”
- Praktik: gunakan seperlunya, jangan menjatuhkan karya lain tanpa alasan.
Diksi baku dan efektif
- Fungsi: menjaga kesan akademis dan mudah dipahami.
- Contoh: “Penulis menyampaikan gagasan secara sistematis dan konsisten.”
- Praktik: hindari bahasa terlalu gaul jika konteksnya tugas sekolah.
Jika kamu menulis untuk tugas sekolah, ciri-ciri di atas akan membantu kamu memenuhi tuntutan objektivitas, keterpaduan, dan ketepatan bahasa yang biasanya ada di rubrik penilaian.
Contoh Teks Ulasan Buku (Dengan Anotasi per Bagian)

Di bawah ini contoh teks ulasan sepanjang kurang lebih 300 sampai 450 kata. Identitas buku kami buat fiktif agar aman dipakai sebagai referensi latihan.
Identitas Buku
- Judul: Jejak Hujan di Kota Senja
- Penulis: Laras Wicaksana
- Penerbit: Pustaka Arunika
- Tahun terbit: 2024
- Tebal: 256 halaman
- Genre: Fiksi remaja, drama keluarga
Teks Ulasan
Orientasi
Jejak Hujan di Kota Senja adalah novel fiksi remaja yang mengangkat tema pemulihan diri setelah kehilangan. Laras Wicaksana menyajikan kisah yang dekat dengan pembaca muda, terutama yang sedang berhadapan dengan perubahan keluarga dan tekanan sekolah. Dengan latar kota kecil yang digambarkan puitis, novel ini berusaha menyeimbangkan emosi duka dengan harapan yang tumbuh pelan-pelan.
Tafsiran
Cerita berpusat pada Nara, siswi kelas sebelas yang mendadak harus pindah setelah keluarganya mengalami peristiwa berat. Di lingkungan baru, Nara bertemu teman yang mendorongnya menulis jurnal hujan, sebuah kebiasaan yang kemudian menjadi cara Nara memahami dirinya. Sepanjang cerita, pembaca diajak mengikuti proses Nara beradaptasi, menyusun ulang relasi dengan orang tua, dan menghadapi rasa bersalah yang sering muncul tanpa alasan jelas. Alur bergerak melalui momen harian yang sederhana namun bermakna, tanpa menampilkan kejutan besar yang memutar cerita secara ekstrem.
Evaluasi
Kelebihan utama novel ini terletak pada suasana dan pilihan diksi yang konsisten. Deskripsi tempat, cuaca, dan kebiasaan tokoh terasa hidup sehingga pembaca mudah tenggelam dalam atmosfer cerita. Selain itu, konflik batin Nara ditampilkan meyakinkan melalui dialog internal dan interaksi yang realistis. Namun, beberapa bagian tengah terasa melambat karena adegan reflektif muncul berturut-turut dengan variasi konflik yang terbatas. Pembaca yang menyukai cerita cepat mungkin merasa ritmenya kurang dinamis. Meski begitu, pesan tentang dukungan sosial dan keberanian meminta bantuan disampaikan dengan hangat, tanpa menggurui.
Rangkuman
Secara keseluruhan, Jejak Hujan di Kota Senja adalah novel yang cocok untuk pembaca remaja dan pembaca umum yang menyukai kisah karakter yang bertumbuh perlahan. Buku ini layak dipilih sebagai bacaan pendamping tugas literasi karena temanya jelas dan bahasanya relatif mudah. Kami merekomendasikannya untuk kamu yang ingin membaca cerita emosional yang menenangkan, terutama ketika butuh jeda dari bacaan yang terlalu berat.
Anotasi per bagian (mudah dipindai)
- Orientasi: Paragraf pertama memperkenalkan judul, tema, target pembaca, dan konteks cerita. Ini berfungsi sebagai pengantar agar pembaca paham arah ulasan.
- Tafsiran: Paragraf kedua merangkum premis dan perjalanan tokoh tanpa membocorkan akhir cerita. Ringkasan fokus pada proses dan tema, bukan twist.
- Evaluasi: Paragraf ketiga berisi penilaian dengan alasan, menampilkan kelebihan dan kekurangan disertai indikator seperti diksi, suasana, dan ritme alur.
- Rangkuman: Paragraf terakhir menegaskan simpulan dan rekomendasi yang spesifik untuk jenis pembaca tertentu.
Perbedaan Teks Ulasan Sekolah vs Ulasan Singkat Internet
Teks ulasan versi sekolah dan ulasan singkat internet sama-sama membahas buku, tetapi tujuan dan standarnya berbeda. Di sekolah, formatnya menekankan struktur, ketepatan bahasa, dan argumen. Di internet, ulasan sering mengejar kecepatan konsumsi, gaya personal, dan ajakan membaca.
Tabel Perbandingan
| Aspek | Ulasan sekolah | Ulasan singkat internet |
|---|---|---|
| Tujuan | Melatih literasi kritis dan penilaian terstruktur | Memberi kesan cepat dan rekomendasi praktis |
| Panjang | Umumnya lebih panjang dan lengkap | Cenderung pendek sampai sedang |
| Kedalaman | Ada alasan, indikator, dan bukti | Sering berbasis kesan, kadang minim alasan |
| Struktur | Jelas: orientasi, tafsiran, evaluasi, rangkuman | Fleksibel, bisa loncat langsung ke opini |
| Gaya bahasa | Lebih baku dan sistematis | Lebih personal, bisa santai |
| Identitas buku | Biasanya wajib lengkap | Kadang hanya judul dan kesan |
Kapan Memakai Format yang Mana?
- Pakai format sekolah saat kamu mengerjakan tugas, menulis artikel edukasi, atau ingin penilaian kamu mudah dinilai dengan rubrik. Struktur lengkap membuat tulisan rapi dan kecil risiko bagian tertukar.
- Pakai format internet saat kamu menulis rekomendasi cepat di media sosial, komunitas baca, atau halaman produk, dengan catatan tetap jujur dan menyebut alasan minimal agar tidak sekadar “bagus”.
FAQs
Apakah evaluasi harus seimbang antara kelebihan dan kekurangan?
Idealnya ya, supaya ulasan kamu terlihat adil dan kredibel. Namun “seimbang” tidak selalu berarti jumlahnya sama. Yang penting, penilaian kamu disertai alasan dan tidak menutup-nutupi aspek penting.
Berapa paragraf ideal untuk orientasi?
Umumnya 1 sampai 2 paragraf sudah cukup. Orientasi bertugas memperkenalkan buku dan konteks, jadi jangan habiskan terlalu banyak ruang untuk sinopsis. Fokus pada identitas buku dan gambaran umum.
Bolehkah menulis spoiler di bagian tafsiran?
Sebaiknya hindari spoiler besar, terutama penyelesaian konflik atau twist utama. Jika kamu terpaksa menyebutnya (misalnya untuk analisis), beri peringatan singkat dan jelaskan relevansinya. Untuk tugas sekolah, ringkasan bertema biasanya sudah cukup.
Apakah teks ulasan harus memakai bahasa baku?
Untuk kebutuhan sekolah, bahasa baku sangat dianjurkan karena dinilai dari kebahasaan. Untuk blog, kamu bisa lebih fleksibel, tetapi tetap jaga efektivitas kalimat dan ketepatan istilah. KBBI Daring bisa jadi rujukan saat ragu memilih kata.
Bagaimana cara membuat evaluasi tidak terasa “asal menilai”?
Gunakan indikator yang jelas, misalnya alur, karakter, tema, konsistensi gagasan, dan gaya bahasa. Sertakan bukti singkat berupa contoh adegan, pola penulisan, atau efek yang kamu rasakan setelah membaca. Dengan begitu, evaluasi kamu lebih mudah dipercaya.
Terakhir, kalau kamu ingin menulis lebih cepat tanpa takut salah urutan, gunakan Template teks ulasan yang sudah kami susun. Manfaatnya jelas: hemat waktu, tinggal copy-paste, struktur rapi, dan mengurangi risiko bagian tertukar.
Beberapa tautan yang terdapat pada konten ini mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mendapatkan komisi dari penyedia produk apabila Anda melakukan pembelian menggunakan tautan kami. Di lain pihak, Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan apapun.
Admin Berbagi
