Review Superman (2025) – Film ini hadir sebagai reboot penuh warna dari James Gunn setelah era DC Extended Universe (DCEU) yang cenderung kelam.
Film ini resmi tayang global mulai 11 Juli 2025 lalu dan langsung menuai sorotan.
Tidak hanya karena keberanian mengubah wajah Superman, tetapi juga sensasi segar yang dihadirkan bagi penggemar baru maupun lama.
David Corenswet dipercaya mengenakan jubah merah sebagai Clark Kent, didampingi Rachel Brosnahan sebagai Lois Lane dan Nicholas Hoult sebagai Lex Luthor.
Mereka membawa dinamika baru yang tidak sekadar mengulang “origin story”, melainkan melempar penonton langsung ke dunia Superman yang sudah matang, dewasa, dan rapuh secara manusiawi

Pembahasan dalam Review Superman 2025
Rating dan Penerimaan
Selain judulnya yang menggunakan kata “super”, rating film Superman ini juga patut disematkan kata “super”, karena begitulah tanggapan dari kritikus dan penonton.
Berikut adalah beberapa ulasan tentang film superhero DC ini:
- Rotten Tomatoes: 83%-86% (Certified Fresh!), berdasarkan 151–385 review kritikus.
- IMDb: Skor 7,7/10 dari lebih dari 150 ribu rating pengguna.
- Metacritic: Skor rata-rata 80/100, mayoritas positif.
- CinemaScore: Rating penonton A- (skala A+—F).
- User PopcornMeter: 93% respons positif dari penonton.
- CNN Indonesia, Kompas, detikcom, dan media nasional kompak menyebutnya “angin segar”, “reboot terbaik Superman sejak era Christopher Reeve”, hingga “film superhero paling manusiawi”.
Kabar menarik lainnya adalah film Superman menjadi salah satu film DCU dengan debut box office terbaik, meraih pendapatan awal USD 100 juta lebih di pekan pertama.
Sinopsis dan Intisari Cerita: Lompatan Berani, Bukan Sekadar “Origin Story”
Gunn menolak pakem lama superhero. Film dimulai ketika Superman telah bertahun-tahun menjadi penyelamat, bukan lagi remaja lugu yang baru belajar terbang.
Clark Kent menjalani rutinitasnya sebagai jurnalis di Metropolis, sembari menanggung beban sebagai “alien yang memilih menjadi manusia”.
Konflik utama muncul saat Superman terlibat dalam situasi geopolitik – menghentikan invasi Boravia ke Jarhanpur.
Aksi heroiknya justru memunculkan polemik baru; publik dan pemerintah mempertanyakan niat dan kekuatan absolut Superman.
Lex Luthor dengan lihai memanfaatkan situasi, menggiring opini publik bahwa Superman adalah ancaman.
Yang menarik, James Gunn menampilkan banyak karakter DC lain seperti Justice Gang (Green Lantern, Mister Terrific, Hawkgirl, Metamorpho). Bahkan Krypto si anjing super jadi scene-stealer, memberi sentuhan humanis dan humor di tengah suasana berat.
Film juga menonjolkan hubungan Clark dengan Lois Lane, penuh dinamika sehari-hari yang relate, mulai dari pertengkaran, cinta, hingga perdebatan ideologi tentang “campur tangan superhero dalam urusan manusia”.
Karakterisasi: Superman Baru yang Lebih Manusiawi
David Corenswet sukses membawa nuansa baru dengan menjadi bukan “dewa di antara manusia”, tapi sosok pemuda idealis, sering goyah, kadang naif, dan berusaha tetap baik saat dunia meragukan niat baiknya.

Lois Lane versi Brosnahan tampil cerdas, mandiri, dan punya chemistry yang sangat hidup bersama Corenswet.
Lex Luthor versi Hoult jauh dari karikatural, kali ini lebih subtil, manipulatif, dan membawa isu-isu kekinian seperti weaponisasi media, politik uang, serta kekuatan teknologi dalam membentuk opini publik.
Justice Gang sebagai penyeimbang menambah warna, membuat film terasa inklusif, dan tidak berdiri di satu makna “manusia super” saja.
Visual, Musikal, dan Aksi: Pesta Warna dengan Nuansa Nostalgia
Salah satu kekuatan terbesar Superman (2025) adalah kemampuannya mengombinasikan visual klasik komik dengan sentuhan modern.
Set Metropolis, scoring musik, hingga desain kostumnya menjadi highlight, menumbuhkan nostalgia bagi penggemar Superman era Christopher Reeve tapi tetap relevan untuk generasi baru.
Aksi laga oleh Gunn pun penuh energi tanpa terlalu gelap sehingga sangat cocok dinikmati oleh segala usia. “Fun, colorful, and emotionally rich adaptation,” tulis Rotten Tomatoes editorial.
Namun, sebagian kritikus menganggap CGI dan adegan pertarungan puncak terasa “overcrowded” dan belum menyamai bombastisnya standar blockbuster 2025.
Kritik dan Kekurangan Film
Beberapa pihak menyoroti film ini sedikit terlalu penuh karakter, terasa “overstuffed”, serta beberapa subplot terasa buru-buru dan tidak sempat dieksplorasi dalam.
Ada juga yang menilai endingnya kurang greget karena pertarungan final hanya mengandalkan duel generik, tanpa twist besar layaknya film superhero lain.
Namun, ini ditutup oleh kekuatan narasi utama dan pendekatan karakter yang lebih jujur dan tulus, serta spirit harapan yang terus dijaga.
Analisis Gaya Naratif & Storytelling: Mengubah Pakem Lama
Salah satu sisi revolusioner film ini adalah penolakan Gunn pada asal-usul klise serta keberanian melompat langsung ke drama internal, relasi Clark-Lois, dan dampak moral aksi Superman pada dunia nyata.
Ini membuat narasinya lebih dekat dengan masalah sosial hari-hari, termasuk propagasi kebencian, hoaks, dan polarisasi dunia maya seperti apa yang benar-benar terjadi di dunia nyata kita.
Dialog dan chemistry antar karakter begitu alami, tanpa terasa kaku. Bahkan dalam adegan percakapan rumit pun nuansa harian tetap kental.
Banyak reviewer memuji keberanian membawa humor dan refleksi mediasi sosial secara ringan tanpa kehilangan kedalaman substansi.
Fakta Menarik Superman (2025)
Beberapa fakta menarik yang wajib diketahui oleh penggemar Superman:
- Film pembuka DCU baru, pondasi “Chapter One: Gods and Monsters”.
- Mengacu bebas pada “All-Star Superman” (Grant Morrison), bukan sekadar remake atau reboot tipikal.
- Krypto si anjing super live action untuk pertama kalinya bikin penonton jatuh hati!
- Dukungan visual efek dari tim Marvel, Star Wars, hingga talenta DC lawas berpadu.
- Menjadi film Superman rating terbaik setelah era Christopher Reeve.
FAQ Superman (2025)
Apa bedanya Superman 2025 dibanding versi sebelumnya?
Film Superman terbaru mengusung sisi manusiawi, idealisme, humor, dan kritik sosial era digital modern, tanpa mengulang cerita asal-usul. Superman lemah, kadang kalah, tapi tetap percaya pada harapan; bukan sekadar makhluk tak terkalahkan.
Apakah film ini nyambung dengan DCEU?
Tidak. Ini reboot total, berdiri sendiri membuka semesta DCU baru, terpisah dari trilogi Man of Steel.
Bagaimana hubungan Lois Lane-Superman?
Penuh realisme dan konflik emosional yang relate dengan dunia nyata. Chemistry keduanya jadi daya tarik utama film ini.
Kenapa Krypto penting?
Bukan sekadar “fan service”; Krypto mewakili harapan, loyalitas, dan sisi rapuh Superman.
Apakah film Superman ini layak jadi tontonan keluarga?
Sangat layak! PG-13 tanpa kekerasan berlebihan; penuh pesan empati dan keberanian.
Apakah ada after credit penting?
Ada, memberi clue ke babak baru Justice Gang dan villain DCU selanjutnya.
“Super” yang Manusiawi dan Membumi
Seperti yang disebut banyak reviewer, Superman (2025) adalah harapan baru DC Universe.
Film ini menyatukan kedalaman, harapan, nostalgia, dan refleksi sosial dengan cara yang fun, relatable, dan sinematik. Sebuah quote menarik yang layak diangkat:
“Orang-orang saat ini butuh sosok pahlawan. Bukan cuma kuat, tapi juga baik hati, tulus, dan punya nilai. Superman itu semuanya.” – James Gunn
Film Superman terbaru ini tidak hanya menghibur, tapi membuat kita percaya lagi bahwa harapan dan kebaikan, meski sederhana, masih layak diperjuangkan di dunia yang semakin gaduh.
Review Superman (2025): Ketika Manusia Baja Bercahaya
Director: James Gunn
Date Created: 2025-07-02 08:46
4.8
Pros
- Reboot Segar & Berani: Menawarkan warna baru setelah era DCEU yang kelam, menghadirkan Superman yang lebih ceria dan manusiawi, bukan sekadar origin story klasik.
- Karakter Lebih “Relatable” & Dewasa: Superman digambarkan matang, tidak sempurna, kadang rapuh, namun tetap idealis dan baik hati, mudah dikaitkan dengan masalah sehari-hari penonton masa kini.
- Chemistry Karakter Utama: Hubungan Clark Kent dan Lois Lane tampil alami, dinamis, dan penuh konflik yang terasa realistis.
- Penjahat dengan Isu Kekinian: Lex Luthor versi baru tampil cerdas, manipulatif, mengangkat isu hoaks, media, serta teknologi modern.
- Visual & Musik Nostalgik-Mutakhir: Kombinasi gaya klasik komik dan efek visual modern, scoring yang membangun nuansa penuh harapan tanpa kehilangan sisi fun-nya superhero.
- Aksi Ceria & Ramah Keluarga: Atmosfer film penuh warna, aksi energik, dan layak untuk ditonton segala usia (PG-13 tanpa kekerasan berlebihan).
- Tokoh Pendukung Menawan: Banyak karakter DC lain muncul (Justice Gang, Krypto the Superdog) yang menambah dinamika cerita.
- Kritik Sosial Modern: Cerita dekat dengan isu sosial nyata seperti polarisasi, media digital, dan tekanan masyarakat.
- Rating dan Respon Positif: Skor tinggi di Rotten Tomatoes (83), IMDb (7,7/10), Metacritic (80/100), dan CinemaScore (A-) dari penonton serta kritikus.
Cons
- Terlalu Banyak Karakter (Overstuffed): Ada yang merasa film ini terlalu penuh dengan karakter dan subplot sehingga beberapa bagian tidak sempat dieksplorasi lebih dalam.
- Adegan Final Kurang Greget: Pertarungan puncak dinilai generik, tanpa twist besar yang bisa menjadi pembeda dengan film superhero lainnya.
- Beberapa Subplot Terburu-buru: Pacing di bagian tertentu terasa terlalu cepat, sehingga sisi emosional atau drama beberapa karakter kurang tergali maksimal.
- CGI & Laga Kadang “Overcrowded”: Beberapa adegan visual dan aksi dinilai terlalu ramai atau “sibuk”, sehingga kurang fokus dibanding film blockbuster lain tahun 2025.
Beberapa tautan yang terdapat pada konten ini mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mendapatkan komisi dari penyedia produk apabila Anda melakukan pembelian menggunakan tautan kami. Di lain pihak, Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan apapun.
Admin Berbagi
