Istilah “review buku”, “resensi buku”, dan “ulasan buku” sering dipakai bergantian. Padahal, di praktik literasi dan publikasi, ketiganya punya tujuan, kedalaman, dan standar penyajian yang tidak selalu sama. Jika Anda sedang menulis untuk tugas, blog, media, atau konten SEO, memahami perbedaan review resensi dan ulasan buku akan membantu Anda memilih format yang paling tepat dan tidak salah kaprah sejak awal.
Key Takeaways
- Review buku cenderung fleksibel, tetapi idealnya tetap sistematis: memberi konteks, lalu menilai kualitas isi, gaya, manfaat, dan pengalaman membaca.
- Resensi buku terasa lebih formal dan sering dipakai dalam konteks pendidikan atau rubrik literasi, dengan penilaian kelebihan dan kekurangan yang lebih tegas dan beralasan.
- Ulasan buku punya dua konteks yang sering tercampur: (1) teks ulasan versi sekolah yang punya struktur baku, dan (2) ulasan internet yang ringkas dan bentuknya sangat beragam.
- Di ranah internet, “ulasan” sering identik dengan pendapat singkat seperti rating, komentar pendek, atau poin plus minus, sehingga fokusnya lebih pada kesan daripada analisis panjang.
- Untuk SEO, format terbaik bukan yang paling panjang, melainkan yang paling sesuai intent: pembaca tugas butuh struktur, pembaca yang ingin cepat butuh ringkas, pembaca yang ingin menimbang butuh argumentasi.
- Anda bisa menjaga konsistensi kualitas dengan memakai template dan rubrik sederhana agar penilaian tidak berhenti di kata “bagus” atau “menarik”.
- Jika Anda ragu, patokannya sederhana: resensi menuntut penilaian lebih formal, review menyeimbangkan ringkasan dan evaluasi, ulasan internet menekankan kesan cepat.

Daftar Konten
Review Buku Adalah Apa
Secara praktik, review buku adalah tulisan yang mengulas dan mengevaluasi sebuah buku. Di dalam review, penulis biasanya menyajikan gambaran isi secukupnya, lalu menilai kualitasnya berdasarkan kriteria yang relevan, misalnya kualitas informasi, kualitas sastra, atau kualitas hiburan. Review juga umum memuat rekomendasi tentang tipe pembaca yang paling cocok.
Dalam perkembangannya, review buku tidak lagi identik dengan rubrik media cetak. Banyak review kini terbit di blog, situs web, marketplace, dan media sosial. Dampaknya, gaya review menjadi lebih variatif: ada yang analitis, ada yang lebih personal, tetapi tetap bisa rapi jika strukturnya jelas.
Ciri umum review buku yang kuat
- Ada identitas buku minimal judul, penulis, penerbit, dan tahun terbit.
- Ada ringkasan terkontrol yang cukup untuk konteks, tanpa merusak kejutan cerita.
- Ada analisis dan evaluasi yang menjelaskan alasan, bukan sekadar menceritakan isi.
- Ada rekomendasi yang spesifik: cocok untuk siapa, kurang cocok untuk siapa, serta ekspektasi yang tepat.
Resensi Buku Adalah Apa
Resensi buku adalah pertimbangan atau pembahasan tentang buku yang menilai kelebihan dan kekurangannya, termasuk aspek isi, kritik, serta alasan mengapa buku tersebut layak atau tidak layak dibaca. Dalam banyak konteks di Indonesia, resensi terasa lebih formal dan sering diasosiasikan dengan kebutuhan akademik atau rubrik literasi yang menuntut argumentasi penilaian lebih tegas.
Dalam definisi kamus, “resensi” kerap dijelaskan sebagai pembicaraan atau pertimbangan tentang buku, yakni ulasan buku. Karena itu, Anda akan menemukan istilah resensi dan ulasan dipakai saling menggantikan di beberapa tempat. Namun, di praktik penulisan, resensi biasanya punya standar struktur dan penilaian yang lebih jelas.
Ciri umum resensi buku
- Struktur cenderung lebih baku: identitas, pendahuluan, ringkasan terarah, evaluasi kelebihan dan kekurangan, lalu penutup.
- Penilaian biasanya lebih eksplisit, misalnya menimbang kekuatan argumen, kualitas penyajian, akurasi, konsistensi, atau kontribusi buku.
- Nada bahasa lebih formal karena sering ditujukan untuk kebutuhan pendidikan atau rubrik literasi yang mempertimbangkan standar tertentu.
Ulasan Buku Adalah Apa
Ulasan buku adalah istilah yang sering dipakai untuk menyebut pembahasan tentang buku. Namun, dalam praktik, “ulasan” punya dua konteks yang berbeda. Di sinilah banyak orang keliru saat memilih format tulisan.
Ulasan sebagai teks ulasan versi sekolah atau akademik
Di ranah pendidikan, teks ulasan buku adalah genre tulisan yang strukturnya relatif baku. Banyak materi belajar menyebut struktur inti teks ulasan mencakup orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman.
- Orientasi: perkenalan karya dan konteks singkat.
- Tafsiran: pemaparan gambaran isi atau pemaknaan unsur utama.
- Evaluasi: penilaian terhadap kualitas, kelebihan, dan kelemahan.
- Rangkuman: simpulan dan rekomendasi.
Format ini cocok untuk tugas sekolah atau tugas kuliah yang meminta struktur jelas dan penilaian yang bisa dipertanggungjawabkan.
Ulasan sebagai ulasan internet yang ringkas dan cepat
Di internet, “ulasan” sering berarti opini singkat yang ditulis siapa saja. Bentuknya bisa berupa paragraf pendek, poin plus minus, rating bintang, atau komentar cepat. Fokusnya sering pada pengalaman pribadi, kesan, dan rekomendasi praktis. Karena medianya cepat, ulasan buku internet cenderung lebih singkat dan lebih bebas strukturnya.
Inilah konteks yang paling sering Anda temui ketika membaca ulasan di marketplace, komunitas pembaca, atau media sosial. Untuk kebutuhan SEO, ulasan internet yang ditata rapi bisa sangat efektif untuk menangkap intent pembaca yang ingin jawaban cepat sebelum membeli atau mulai membaca.
Jika Anda tertarik dengan konten review buku, Anda bisa membaca arsip kategori review buku kami di sini.
Tabel Perbedaan Review Resensi dan Ulasan Buku
| Aspek | Review Buku | Resensi Buku | Ulasan Buku |
|---|---|---|---|
| Tujuan utama | Memberi gambaran dan evaluasi yang cukup lengkap untuk membantu pembaca menilai buku. | Menilai buku secara lebih formal dan eksplisit, termasuk kelebihan, kekurangan, dan kelayakan baca. | Dua konteks: teks ulasan sekolah yang terstruktur, dan ulasan internet yang ringkas untuk berbagi kesan cepat. |
| Kedalaman | Umumnya menengah sampai mendalam, tergantung kebutuhan dan platform. | Cenderung lebih mendalam dan argumentatif, dengan alasan penilaian yang jelas. | Bervariasi: teks ulasan sekolah terstruktur, ulasan internet sering singkat dan personal. |
| Struktur | Fleksibel, tetapi idealnya ada identitas, ringkasan, analisis, lalu rekomendasi. | Lebih baku: identitas, pendahuluan, ringkasan terarah, evaluasi, penutup. | Sekolah: orientasi, tafsiran, evaluasi, rangkuman. Internet: bebas, sering berupa poin cepat. |
| Penulis | Pembaca umum, blogger, pengulas komunitas, atau media. | Sering ditulis dengan pendekatan lebih formal dan mempertimbangkan standar literasi. | Siapa saja. Internet terbuka, sekolah mengikuti rubrik penilaian. |
| Cocok untuk | Blog, konten SEO, rekomendasi bacaan, komunitas pembaca. | Tugas akademik, rubrik literasi, penilaian buku yang ingin terlihat resmi. | Tugas sekolah dan platform internet untuk keputusan cepat. |
Template Singkat yang Bisa Anda Pakai
Di bawah ini template ringkas yang bisa Anda modifikasi sesuai kebutuhan. Jika Anda ingin versi lebih panjang, Anda bisa mengembangkan tiap bagian menjadi beberapa paragraf.

Template Review Buku
- Identitas singkat: judul, penulis, penerbit, tahun, genre.
- Hook pembuka: dua sampai tiga kalimat tentang mengapa buku ini relevan untuk Anda.
- Ringkasan tanpa spoiler: gambaran isi dan premis utama.
- Analisis: apa yang bekerja, misalnya gaya bahasa, struktur, ide utama, kedalaman.
- Kelebihan dan kekurangan: poin spesifik, bukan general.
- Rekomendasi: cocok untuk siapa, kapan dibaca, dan ekspektasi yang tepat.
Template Resensi Buku
- Identitas lengkap: judul, penulis, penerbit, tahun, tebal, ISBN bila perlu.
- Pendahuluan: konteks buku dan tujuan penulisan resensi.
- Isi dan ringkasan terarah: inti gagasan atau alur penting secukupnya.
- Evaluasi: kelebihan dan kekurangan dengan alasan.
- Simpulan: nilai buku dan kelayakan baca, plus rekomendasi target pembaca.
Template Teks Ulasan versi sekolah
- Orientasi: perkenalan karya dan informasi dasar.
- Tafsiran: pemaparan isi atau pemaknaan unsur utama.
- Evaluasi: penilaian, kelebihan, kelemahan.
- Rangkuman: simpulan dan rekomendasi.
Template Ulasan Internet yang SEO friendly
- Satu kalimat konteks: buku tentang apa dan untuk siapa.
- Tiga poin yang Anda suka: spesifik dan berbasis pengalaman membaca.
- Dua poin yang perlu dicatat: kekurangan atau batasan buku.
- Verdict cepat: cocok jika Anda, kurang cocok jika Anda.
- Call to action ringan: ajak pembaca cek sinopsis atau bab contoh.
Contoh Nyata dari Media dan Penerbit
Agar lebih konkret, berikut contoh yang menunjukkan bagaimana istilah-istilah ini dipakai di dunia nyata.
- Tirto pernah menerbitkan konten panduan terkait review buku untuk kebutuhan pembaca dan mahasiswa. Ini contoh pemakaian istilah “review” di media besar yang menekankan sisi praktis dan kebutuhan pembaca.
- Gramedia Literasi mempublikasikan artikel edukasi seputar resensi dan pembahasan buku. Ini contoh pemakaian istilah “resensi” dan “ulasan” dalam konteks penerbit dan ekosistem literasi populer.
Catatan penting: di media dan penerbit, label rubrik bisa berbeda. Ada media yang menyebut tulisan evaluatif sebagai “resensi”, ada juga yang memilih “review”. Karena itu, Anda sebaiknya menilai dari struktur, kedalaman, dan tujuan tulisannya, bukan hanya dari judul rubrik.
Decision Guide: Jika Maka untuk Memilih Format yang Tepat
Gunakan panduan berikut untuk memilih format yang paling efisien sesuai kebutuhan Anda.
- Jika Anda menulis untuk tugas sekolah yang menuntut struktur, maka gunakan teks ulasan dengan orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman.
- Jika Anda menulis untuk tugas kuliah yang meminta analisis namun tetap komunikatif, maka pilih review dengan ringkasan tanpa spoiler dan evaluasi yang jelas.
- Jika Anda menulis untuk rubrik literasi, majalah kampus, atau format yang ingin terasa resmi, maka buat resensi dengan identitas lengkap dan penilaian kelebihan kekurangan yang beralasan.
- Jika tujuan Anda membantu orang memutuskan beli atau baca dalam waktu singkat, maka pakai ulasan internet yang ringkas, tajam, dan mudah dipindai.
- Jika Anda mengejar SEO untuk kata kunci informasional, maka pilih review yang lebih lengkap atau panduan review, karena Anda bisa menjawab intent “apa isi” dan “apakah bagus” sekaligus.
- Jika Anda mengulas buku yang sensitif spoiler seperti misteri atau thriller, maka prioritaskan ringkasan terkontrol dan fokuskan evaluasi pada gaya, ritme, dan atmosfer.
- Jika Anda ingin membangun otoritas, maka gunakan pendekatan resensi: perkuat dasar penilaian, jelaskan konteks, dan buat rekomendasi pembaca yang spesifik.
FAQ
Beda review dan resensi buku itu apa?
Beda review dan resensi buku terletak pada tingkat formalitas dan struktur. Review cenderung lebih fleksibel dan bisa disesuaikan untuk blog atau konten SEO, sedangkan resensi biasanya lebih formal, lebih baku, dan menonjolkan penilaian kelebihan serta kekurangan secara lebih eksplisit. Jika Anda mencari perbedaan resensi dan review buku secara praktis, patokannya sederhana: review membantu pembaca memutuskan baca atau tidak, resensi menilai kualitas buku dengan alasan yang jelas.
Review buku adalah apa, dan minimal harus memuat apa saja?
Review buku adalah tulisan evaluatif yang memberi konteks isi tanpa berlebihan, lalu menilai kualitas buku berdasarkan alasan yang spesifik. Minimal sebuah review yang baik memuat: identitas singkat, ringkasan tanpa spoiler, analisis singkat, kelebihan dan kekurangan, serta rekomendasi pembaca yang cocok.
Resensi buku adalah apa, dan kapan sebaiknya dipakai?
Resensi buku adalah pembahasan buku yang lebih formal dan terstruktur, biasanya mencantumkan identitas lebih lengkap, ringkasan terarah, evaluasi kelebihan dan kekurangan, lalu simpulan kelayakan baca. Anda sebaiknya memakai resensi saat tugas Anda menuntut format resmi, atau saat Anda ingin membangun otoritas karena penilaian Anda terlihat lebih terukur.
Ulasan buku adalah apa, dan mengapa sering membingungkan?
Ulasan buku adalah istilah yang sering dipakai dalam dua konteks. Pertama, teks ulasan untuk sekolah atau akademik yang punya struktur jelas. Kedua, ulasan internet yang ringkas, sering berupa poin plus minus, rating, dan kesan cepat. Kebingungan muncul karena banyak orang menyebut semua pembahasan buku sebagai “ulasan”, padahal struktur dan tujuannya bisa berbeda.
Struktur resensi buku yang paling aman untuk tugas?
Struktur resensi buku yang aman untuk tugas adalah: identitas buku, pendahuluan, ringkasan isi, kelebihan, kekurangan, lalu penutup atau simpulan. Anda boleh menambah target pembaca atau nilai akhir, asalkan tetap relevan dengan penilaian dan tidak berubah menjadi ringkasan panjang tanpa evaluasi.
Struktur teks ulasan untuk tugas sekolah itu seperti apa?
Struktur teks ulasan yang paling umum adalah: orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman. Agar nilainya kuat, bagian evaluasi harus spesifik, misalnya menilai alur, penyajian gagasan, konsistensi argumen, atau dampak buku bagi pembaca, bukan sekadar menyebut “bagus” atau “menarik”.
Untuk SEO, lebih efektif review panjang atau ulasan singkat di internet?
Tergantung intent. Jika pembaca ingin keputusan cepat sebelum membeli atau memilih bacaan, ulasan internet yang ringkas dan terstruktur sering lebih efektif. Jika pembaca ingin pertimbangan mendalam, review yang lebih lengkap biasanya unggul karena menjawab lebih banyak pertanyaan dalam satu halaman.
Bagaimana cara menghindari spoiler saat menulis review atau ulasan?
Gunakan ringkasan yang hanya membahas premis, tema, atau konflik awal tanpa membocorkan twist dan resolusi. Jika ada detail penting yang terpaksa disebut, pisahkan ke bagian khusus dengan peringatan spoiler. Untuk genre misteri atau thriller, fokuskan evaluasi pada gaya bahasa, ritme, atmosfer, dan pembangunan tensi, bukan pada kejutan plot.
Daftar Referensi
- Perbedaan Review Buku, Resensi Buku, dan Ulasan Buku
- Resensi Buku atau Review Buku?
- Gramedia Literasi: Contoh Resensi Buku, Pengertian, Manfaat, Unsur, dan Cara Meresensi
Beberapa tautan yang terdapat pada konten ini mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mendapatkan komisi dari penyedia produk apabila Anda melakukan pembelian menggunakan tautan kami. Di lain pihak, Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan apapun.
Admin Berbagi
